Manfaat Ibadah Qurban

Dimensi moral manfaat ibadah qurban

Beribadah qurban juga memiliki kandungan pesan-pesan moral yang ditunjukan dengan beberapa lambang yang ada pada ritual beribadah qurban.

moral-dari-ibadah-qurban

a) Histori qurban nabi Ibrahim adalah histori yang penuh dengan nilai pengorbanan. Bagaimana tak, nabi Ibrahim yang diperintahkan Allah untuk mengorbankan anaknya, dibayang-bayangi hilangnya satu generasi yang tidak lain yaitu darah dagingnya sendiri. Untuk umumnya orang-orang, ada pendapat yang menyebutkan kalau anak tambah lebih bernilai dari pada harta. Ada arti yang menyebutkan tambah baik kehilangan harta dari pada kehilangan anak, terlebih bila anak itu adalah anak yang di cintai serta senantiasa ditunggu-tunggu kemunculannya seperti perihal Ismail. layanan aqiqah yogyakarta

Berdasar pada arti ini, kita dapat menyimpulkan kalau kerelaan nabi Ibrahim dalam mengorbankan anaknya yang di cintai dengan cara automatis mengisyaratkan kerelaannya juga dalam mengorbankan segalanya yang dipunyainya.

Kata “pengorbanan” yang ditampilkan dalam ritual beribadah qurban ini memiliki arti yang begitu utama. Pengorbanan adalah satu diantara bentuk sikap moral yang jika diterapkan oleh beragam susunan orang-orang bisa jadi jalan keluar untuk beragam persoalan. Orang kaya yang ingin berkorban dengan hartanya untuk beberapa orang miskin dapat memberi jalan keluar untuk persoalan beberapa orang miskin di sekelilingnya.

Beberapa pemimpin yang ikhlas berkorban dengan meninggalkan udara nafsu serta egonya bakal lakukan suatu hal (lewat kebijakan-kebijakannya) untuk kemaslahatan umum orang-orang, bukanlah untuk kemaslahatan pribadi serta kelompok. Serta yang lebih jauh lagi golongan muslimin mesti ikhlas berkorban baik harta, jiwa, ataupun tenaga serta fikirannya untuk menggerakkan apa yang Allah perintahkan, seperti yang sudah dikerjakan oleh nabi Ibrahim.

b) Binatang yaitu suatu hal yang dikorbankan serta disembelih dalam sistem ritual beribadah qurban. Binatang adalah lambang keburukan yang ada pada diri manusia. Sifat-sifat keburukan yang ada pada diri senantiasa disamakan dengan beberapa karakter kebinatangan. Allah dalam sebagian ayat Al-qur’an mengumpamakan suatu hal yang jelek yang ada pada diri manusia dengan binatang.

Jadi, karenanya ada beribadah qurban menunjukkan kalau beberapa karakter serta ciri-ciri kebinatangan yg tidak memiliki ketentuan, yang menghalalkan semua langkah untuk memuaskan nafsunya walau mesti mendhalimi yang lain, mesti dihapuskan dari dalam diri manusia.

c) Saat nabi Ibrahim bakal menyembelih Ismail, lantas Allah menukar Ismail dengan seekor binatang, memberi pelajaran kalau kita mesti menghormati nyawa manusia. Allah sudah menyebutkan dalam Al-Qur’an kalau siapa saja yang menyingkirkan nyawa seseorang manusia, seakan-akan sudah menyingkirkan nyawa manusia semuanya, lantaran nyawa manusia utama artinya untuk hidup serta kehidupan.

d) Beribadah qurban yang dipelopori ayah tauhid nabi Ibrahim memiliki arti pembebasan manusia dari kesewenang-wenangan manusia atas manusia yang lain. Saat Allah ganti Ismail dengan seekor binatang, tersirat pesan yang menyebutkan supaya manusia tak akan menginjak-injak harkat serta derajat manusia serta kemanusiaan.

Di segi lain, cerita qurban nabi Ibrahim menyatakan kalau tuhannya nabi Ibrahim tidaklah tuhan yang haus darah manusia, Dia yaitu Tuhan yang menginginkan menyelamatkan serta membebaskan manusia dari kebiasaan yg tidak menghormati manusia serta kemanusiaan.